CIANJUR – Kualitas beras Cianjur mengalami degradasi. Padahal, kualitas beras Cianjur digadang-gadang salah satu yang terbaik di Indonesia.
Kabid Tanaman Pangan Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Cianjur, Dandan Hendayana, mengakui terjadinya penurunan kualitas beras. Penyebabnya diduga karena pola panen padi yang kurang baik.
“Secara kualitas, beras kita menjadi turun medium 1 dan 2 lantaran skema pemanenan padi,” tutur Dandan, Jumat, 10 April 2026.
Dia menambahkan, secara teknis, proses pemanenan yang kurang baik menyebabkan kadar air menjadi tinggi. Dampaknya, tingkat kepatahan beras menjadi tinggi dan warna menjadi kusam sehingga.
“Para petani itu memanen padi pada malam. Paginya baru dirontokkan sehingga kadar air tinggi mencapai 30 hingga 40 persen. Idealnya 14 persen,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi terus terjadinya hal tersebut, Dinas TPHP mulai menyosialisasikan skema panen yang semestinya kepada para tengkulak beras.
“Kami sosialisasikan kepada para tangkulak agar memberitahu kepada para pekerja supaya tidak memanen malam, lalu dirontok pagi-pagi. Apalagi saat hujan,” pungkasnya. (bay)






































































