CIANJUR – Teka-teki bakal calon Bupati Cianjur yang diusung Partai NasDem pada Pilkada 2024 Kabupaten Cianjur akhirnya terjawab. Partai besutan Surya Paloh itu menjatuhkan pilihannya kepada Wahyu Muhammad dengan diserahkannya surat rekomendasi dari DPP Partai NasDem.
Nama Wahyu Muhammad mungkin masih terasa asing di kalangan masyarakat Kabupaten Cianjur. Namun, akhir-akhir ini berbagai alat peraga sosialisasi sosok muda yang berprofesi sebagai dokter itu berterbaran di mana-mana.
Ketua DPW Partai NasDem Jawa Barat, Saan Mustopa, pun kepincut dengan sosok Wahyu Muhammad. Selain masih muda, Wahyu juga dinilai sebagai sosok yang visioner.
“Kalau di Cianjur kita sudah kasih rekomendasi kepada kang Wahyu untuk menjadi calon bupati. Dengan NasDem memiliki enam kursi (di DPRD), insya Allah kang Wahyu bisa maju,” kata Saan kepada wartawan di sela kegiatan partai di salah satu hotel berbintang di kawasan Cipanas, Selasa, 30 Juli 2024.
Saan menilai, Wahyu Muhammad sangat mumpuni bisa memimpin Kabupaten Cianjur. Wahyu dinilai memiliki visi dan misi yang jelas membangun Kabupaten Cianjur lebih baik.
“Kami sudah dengar langkah-langkahnya dan komitmennya untuk maju di Pilkada 2024. Sosok kang Wahyu ini fresh, muda, tapi punya pemikiran-pemikiran dan punya kemauan yang luar biasa. Dari sisi kompetensi dan kualitas di atas rata-rata. Seperti dari sisi akademiknya kan bagus. Sekarang tengah melanjutkan S3,” ujarnya.
Seperti diketahui, NasDem merupakan salah satu partai yang sudah bersepakat membentuk Koalisi Sugih Mukti bersama Golkar, Gerindra, dan PKS. Saan memastikan akan mengomunikasikan penetapan bakal calon bupati yang diusung Partai NasDem dengan para pimpinan di partai koalisi sekaligus
meminta menyiapkan sosok calon wakil bupati yang akan mendampingi Wahyu Muhammad.
“Kami masih bagian dari Koalisi Sugih Mukti. Nanti tinggal kang Wahyu berkomunikasi dengan ketua-ketua partai koalisi untuk mencari sosok calon wakil bupati,” paparnya.
Sementara itu, bakal calon bupati Wahyu Muhammad tak mematok kriteria khusus sosok calon wakil bupati yang nanti akan mendampinginya. Pasangannya nanti bisa saja sosok muda atau bahkan figur yang sudah berpengalaman.
“Untuk pasangan saya serahkan kepada para petinggi partai. Mau muda ataupun tua tak masalah. Tapi yang jelas harus mempunyai visi dan misi membangun Cianjur dengan segala potensinya. Harus mau mengangkat harkat dan derajat di Jawa Barat,” tegas Wahyu.
Wahyu mengaku sudah menyusun berbagai program ke depan. Salah satunya mengangkat kembali program insentif sebesar Rp25 juta per RT.
“Program sudah banyak. Tetapi yang paling diutamakan kita kembalikan insentif sebesar Rp25 juta per RT. Ini sebagai pondasi yang kuat untuk menopang ke atas,” pungkasnya. (bay)































































