CIANJUR – Warga Kampung Ciparaja Desa Batulawang Kecamatan Cibinong rela urunan untuk perbaikan jalan. Pasalnya, akses jalan di wilayah mereka kondisinya rusak kurun empat bulan terakhir pascabencana hidrometeorologi.
Akibat kerusakan itu, jalan tak bisa dilalui. Hingga akhirnya warga bersepakat urunan untuk menyewa alat berat.
Hasil kesepakatan, setiap warga diminta urunan sebesar Rp20 ribu per kepala keluarga.
Penjabat (Pj) Kepala Desa Batulawang, Ruri Wijaya, mengakui adanya inisiatif warga memperbaiki jalan secara swadaya. Mereka urunan tapi dengan catatan hasil kesepakatan.
“Betul itu ada pekerjaan perbaikan jalan menggunakan alat berat. Kalau soal iuran sebesar Rp20 ribu per KK, nanti saya konfirmasikan dulu,” kata Ruri, Rabu, 23 April 2025.
Akses jalan yang terhubung ke jalan provinsi sebelumnya sempat tertutup material tanah longsor pada Desember 2024. Kemudian Pemkab Cianjur melakukan pembersihan material tanah longsoran dan perbaikan sehingga akses jalan dapat kembali dilalui.
“Pada Desember waktu itu telah terjadi bencana longsor. Kira-kira jalan sepanjang 200 meter terputus. Pada waktu itu sudah dilakukan perbaikan menggunakan alat berat dari BPBD Cianjur,” kata Ruri.
Namun, terjadi longsor susulan. Akibatnya, akses jalan kembali terputus.
“Jarak dua hari setelah bencana terjadi lagi longsor susulan. Akses jalan kembali terputus,” pungkasnya. (bay)








































































