CIANJUR – Kasus dugaan pelecehan seksual sesama jenis yang diduga dilakukan oknum ASN di salah satu puskesmas di lingkup Pemkab Cianjur jadi sorotan DPRD setempat. Saat ini, kasus tersebut tengah ditangani aparat kepolisian setempat setelah korban membuat pelaporan.
Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Cianjur, M Isnaeni, menyayangkan sekaligus mengecam terjadinya perbuatan asusila yang melibatkan oknum ASN. Ia pun mendorong pihak kepolisian memproses laporan korban.
“Tentunya kami mendorong pihak kepolisian untuk segera melakukan penyelidikan terhadap laporan tersebut agar menjadi terang benderang,” kata Isnaeni, Senin, 27 Juli 2026.
Legislator Fraksi Partai Golkar itu meminta Pemkab Cianjur melakukan pembinaan terhadap ASN untuk mencegah indikasi perilaku seks menyimpang di kalangan pegawai. Selain itu, secara individu mereka perlu mendapatkan perhatian, pendekatan, dan penyuluhan bahaya perilaku seks menyimpang.
“Kami juga menegaskan kepada Pemkab Cianjur bisa melakukan proses pembinaan para pegawainya dalam hal moral. Tentunya sangat kita nantikan sekali,” ujarnya.
Isnaeni mengaku mendapatkan informasi maraknya perilaku LGBTQ di Cianjur.
“Akhir-akhir ini pelecehan seksual sangat menghawatirkan, terutama informasinya masih banyak penyuka sesama jenis,” pungkasnya.(bay)






























































