CIANJUR – Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) bersama Yayasan Alam Lestari Asih Sesama (ALAS) dan Conference on Religion and Peace (ICRP) menanam 10 ribu bibit pohon produktif di Kampung Neglasari Desa Sukadana Kecamatan Campaka, Sabtu, 30 Mei 2026. Pada kegiatan bertemakan ‘Program Penanaman 100.000 Pohon Tahap III’ itu dihadiri ratusan peserta dari kalangan petani, tokoh masyarakat, perangkat desa, serta anggota Jemaat Ahmadiyah Indonesia serta perwakilan Kementerian Kehutanan.
Amir Nasional Jemaat Ahmadiyah Indonesia, Zaki Ahmad Firdaus, mengatakan bibit pohon ditanam antara lain kopi Arabika, mangga, jeruk, trembesi, dan tanaman produktif lainnya. Program tersebut merupakan bagian dari gerakan penghijauan yang dipadukan dengan upaya mendukung ketahanan pangan masyarakat.
“Kampung Neglasari dipilih karena memiliki lahan kurang lebih satu hektare yang membutuhkan penghijauan sekaligus terdapat komunitas Ahmadiyah yang dapat membantu proses pemeliharaan tanaman,” kata Zaki.
Program penanaman 100 ribu pohon telah berjalan sejak beberapa tahun ke belakang. Hingga Januari tahun ini telah ditanam sebanyak 46 ribu pohon di berbagai wilayah Indonesia.
“Pada tahap III, program tersebut menargetkan penanaman 24 ribu pohon di empat kabupaten, yakni Cianjur, Garut, Tasikmalaya, dan Pangandaran. Khusus di Kabupaten Cianjur, sebanyak 7.500 pohon kopi Arabika menjadi bagian dari target penanaman,” paparnya.
Perwakilan Yayasan ALAS, Wawan Rustiawan, mengatakan jenis tanaman yang ditanam disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setempat. Salah satunya adalah kopi Arabika yang dinilai cocok dengan kondisi geografis Kecamatan Campaka.
“Alhamdulillah, penanaman pohon produktif itu atas permintaan dari masyarakat. Terutama di sini katanya kopi Arabika, kita penuhi,” ujarnya.
Kepala Desa Sukadana, Ayi Uus Supriadi, mengaku senang wilayahnya mendapatkan bantuan bibit pohon yang dinilai bermanfaat menaggulangi bencana. “Pohon-pohon yang ditanam dapat tumbuh dengan baik dan membantu mendukung upaya penanggulangan bencana di wilayah Desa Sukadana,” pungkasnya. (bay)






































































