CIANJUR – Jaringan Intelektual Muda (JIM) Kabupaten Cianjur bakal berunjuk rasa ke kantor Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Barang dan Jasa (Barjas) Sekretariat Daerah Kabupaten Cianjur. Aksi tersebut berfokus pada tuntutan transparansi dan reformasi total.
Ketua JIM Cianjur Alief Irfan, menilai lembaga tersebut diduga menjadi sarang mafia proyek.
“Kami menilai LPSE Barjas Cianjur selama ini diduga telah menjadi ‘lumbung mafia proyek’ yang dimanfaatkan oknum tertentu untuk mengeruk keuntungan pribadi,” kata Alief, Sabtu, 30 Mei 2026.
Dugaan itu pun semakin menguat setelah mencuatnya kasus korupsi dan suap yang ditangani Kejaksaan Negeri Cianjur terkait proyek Penerangan Jalan Umum (PJU).
“Menurut hasil analisis kami, 80 persen sumber masalah berasal dari sektor pengadaan barang dan jasa,” ujarnya.
Alief menambahkan, beberapa dinas atau intansi kerap diperiksa BPK dan didapati temuan yang diduga disebabkan keputusan Barjas menentukan pihak pengerja.
“Selain itu, juga banyak temuan BPK terkait kurangnya volume seperti di Dinas PUTR, Perkim, atau RSUD Sayang. Itu terjadi karena diduga pihak CV atau PT, dalam hal ini bagaimana Barjas dalam proses lelang atau tendernya,” pungkasnya. (bay)





































































