CIANJUR – Polres Cianjur sudah menyiapkan tim trauma healing untuk membantu dampak psikologis lima siswa SD yang diduga konsumsi obat keras terlarang.
Kapolres Cianjur, AKBP Aszhari Kurniawan, mengatakan, pasca video viral tersebut tersebar, anak-anak SD tersebut butuh pemulihan secara mental. Langkah trauma healing pun sangat diperlukan.
“Dari hasil keterangan yang kami dapat, orangtua dan guru sekolah tersebut tidak menginginkan hal ini menjadi viral karena khawatir dampak psikologis anak-anak. Makanya kami siapkan tim trauma healing untuk pemulihan anak-anak tersebut,” kata dia, Minggu (23/6/2024).
Selain itu, dia menjelaskan, dari hasil penyelidikan terungkap jika obat keras tertentu itu diduga dikonsumsi beberapa pekan sebelum video itu dibuat.
“Jadi kejadiannya sudah lama, bahkan sebelum video itu dibuat. Mereka tidak mengkonsumsinya sesaat sebelum video itu dibuat,” ujarnya.
Aszhari menambahkan, anggota Polres Cianjur telah mendatangi warung tersebut dan didapati sudah tutup sejak beberapa pekan lalu.
Namun, pihaknya akan terus memantau wilayah tersebut karena berpotensi kembali ada aktivitas jual beli obat-obatan.
“Meski tutup, Tim Sat Narkoba tetap memantau aktifitas warung tersebut dan juga warung-warung atau toko-toko lainnya yang berpotensi sebagai tempat menjual OKT tersebut,” paparnya.
Ia pun meminta para orangtua juga menjalankan tanggungjawab dengan melakukan pengawasan pada anak-anaknya.
“Orangtua paling utama dalam pengawasan 1×24 jam. Polisi sudah terus upaya penegakan hukum terhadal Narkoba tapi tanpa bantuan seluruh elemen masyarakat pastinya kesulitan. Masyarakat bisa melaporkan terkait peredaran Narkoba dan OKT ke Polsek atau Polres bahkan bisa langsung laporan ke Lapor Kapolres Cianjur di nomer 082115771110,” pungkasnya. (bay)































































