CIANJUR – Muhidin (60), warga Kampung Nyelempet RT 01/06 Desa Sukasari Kecamatan Cilaku, merupakan salah seorang penyintas gempa bumi. Kondisi lelaki lanjut usia itu sempat viral di media sosial karena dikabarkan belum mendapat bantuan stimulan.
Unsur Forkopimcam setempat pun bergerak cepat meninjau ke kediaman Muhidin, Kamis, 1 Agustus 2024. Upaya itu dilakukan sekaligus menjawab isu yang berkembang.
Camat Cilaku Denny Widya Lesmana didampingi Danramil Cilaku Kapten Czi Andri, Pasiter Kodim 0608 Cianjur Kapten Roland Purba, serta Kapolsek Cilaku menyambangi langsung rumah Muhidin dan keluarganya. Di lokasi, unsur Forkopimcam setempat dan Kodim 0608 Cianjur memberikan bantuan berupa paket sembako.
Denny menyebutkan, kondisi Muhidin dan keluarganya sempat viral di media sosial karena dikabarkan belum mendapat bantuan stimulan gempa bumi.
“Kami melaksanakan peninjauan secara langsung kepada rumah yang kemarin sempat viral di beberapa media sosial. Sebetulnya warga penyintas gempa bumi tersebut sudah mendapatkan bantuan stimulan gempa sebesar Rp15 juta. Karena proses pengerjaan rumahnya masih dilakukan, sehingga terlihat acak-acakan,” kata Denny, Kamis, 1 Agustus 2024.
Pengerjaan bangunan rumah Muhidin dari bantuan stimulan dibantu masyarakat sekitar. “Masyarakat ikut bergotong royong mengerjakan perbaikan rumahnya,” ujarnya.
Denny memastikan selama ini Muhidin dan keluarganya tercatat sebagai penerima bantuan sosial. Keluarga itu rutin mendapatkan bantuan dari pemerintah.
“Seperti bantuan PKH (Program Keluarga Harapan) dan bantuan pangan dari pemerintah desa,” pungkasnya.
Sementara itu, Muhidin mengucapkan berterima kasih atas bantuan yang diberikan pemerintah. Saat ini ia bersama keluarganya akan segera memiliki rumah layak untuk dihuni.
“Terima kasih kepada pihak-pihak yang datang ke sini memberikan bantuan. Saya merupakan warga penyintas gempa bumi yang sedang memperbaiki rumah pascagempa bumi beberapa waktu lalu,” kata Muhidin. (bay)

































































