CIANJUR – Calon Bupati Cianjur nomor urut 1 Herman Suherman melaksanakan doa bersama warga Kampung Garogol Desa Cibulakan Kecamatan Cugenang bertepatan mengenang dua tahun gempa bumi, Kamis, 21 November 2024. Namun, di tengah doa bersama, Herman dan warga merasakan getaran gempa.
“Tadi kita berdoa bersama mengenang bencana gempa yang membuat kita sedih. Selain puluhan ribu rumah ambruk dan rusak, juga menelan korban meninggal dunia ratusan orang. Tadi malah ada getaran gempa lagi,” kata Herman.
Berdasarkan data BMKG gempa dangkal terjadi sebanyak empat kali. Kali pertama terjadi pada pukul 08.17 WIB bermagnitudo 1,7 dengan kedalaman 10 kilometer berpusat di Cianjur.
Lalu gempa susulan kedua pada pukul 11.25 WIB bermagnitudo 2,7 kedalaman 16 kilometer dengan pusat gempa di Kecamatan Cibeber.
Gempa susulan ketiga pukul 11.27 WIB bermagnitudo 2,9 kedalaman 16 kilometer berpusat di Kecamatan Cibeber.
Terakhir gempa terjadi pukul 11.28 WIB bermagnitudo 2,7 magnitudo kedalaman 16 kilometer berpusat di Kecamatan Cibeber.
“Selain kaget ada gempa susulan, juga warga sedih mengingat bencana gempa dua tahun lalu,” ujarnya.
Ridwan (36), warga korban gempa di Kecamatan Cugenang, mengaku kaget saat terjadi gempa. Dia sempat berlari keluar rumah saat terjadi gempa.
“Kami merasa sedih kalau mengenang kejadian gempa tahun lalu. Tapi disayangkan ada acara musik dangdut, bukannya berdoa,” pungkasnya. (bay)

































































