CIANJUR – Sejumlah bangunan SD di Kecamatan Cibeber mengalami kerusakan dampak guncangan gempa bumi dangkal, Kamis, 21 November 2024. Tingkat kerusakannya dari ringan hingga berat.
Aktivitas pembelajaran pun dihentikan. Pihak sekolah khawatir terjadi reruntuhan material bangunan.
Koodinator Pendidik (Kordik) Kecamatan Cibeber Rahmat Edya Mulyadi mengatakan, sedikitnya ada 13 bangunan SD yang terdata mengalami kerusakan akibat guncangan gempa bumi. Hasil pengamatan di lapangan, tingkat kerusakannya dikategorikan ringan, sedang, hingga berat.
“Sekolah terdampak cukup parah yaitu SDN Pasirmunding 4,” kata Rahmat, Jumat, 22 November 2024.
Rata-rata kerusakan terjadi di bagian plafon. Material berjatuhan akibat guncangan. “Ada satu ruangan yang kondisi atap plafonnya ambruk. Itu ruang kelas 4,” jelasnya.
Meski terdampak gempa bumi, Rahmat memastikan pembelajaran di SDN Pasirmunding 4 dan SD lainnya tetap dilaksanakan pascakejadian.
“Untuk SDN Pasirmunding 4 pembelajaran sementara waktu akan dipindahkan di madrasah,” paparnya.
Kabid SD Disdikpora Kabupaten Cianjur Aripin mengaku tengah melakukan pendataan di beberapa kecamatan.
“Tak hanya di Cibeber, saya sudah perintahkan Kordik di Kecamatan Cilaku dan Warungkondang untuk melakukan pendataan juga,” kata Aripin.
Menurutnta, beberapa dampak gempa yang ditimbulkan rata-rata membuat atap ruang kelas ambruk.
“Rata-rata bangunan SD yang kena dampak gempa bumi pada bagian atap plafon,” pungkasnya. (bay)































































