CIANJUR– RSUD Cimacan mengakui, gedung Instalasi Gawat Darurat (IGD) sering mengalami kelebihan kapasitas atau overload dalam beberapa bulan terakhir.
Sejumlah pasien dirawat di lorong IGD, bahkan petugas RSUD plat merah itu sering kewalahan.
Dirut RSUD Cimacan Cok Gd Agung Dharma Putra mengatakan, kondisi itu disebabkan melonjaknya pasien dan tak berbanding lurus dengan kapasitas daya tampung.
“Ini menjadi Pekerjaan Rumah (PR), tentunya dibutuhkan gedung baru untuk IGD,” kata Cok Gd Agung, Minggu 7 Juni 2026.
Adapun penyediaan gedung baru untuk layanan IGD membutuhkan biaya besar sehingga menjadi kendala bagi manajemen RSUD Cimacan.
“Kalau dari BLUD tentunya tidak cukup anggarannya, sehingga harus dibantu Pemkab Cianjur,” ujarnya.
Saat ini RSUD Cimacan tengah fokus menaikan jumlah Bed Occupancy Rate (BOR) dan menargetkan jumlah hingga 200 buah.
“Sedang proses menaikan jumlah bed atau tempat tidur, kami tambah 20 bed yang sekarang berjumlah 170,” pungkasnya. (bay)
































































