CIANJUR – Tercatat sebanyak 912 warga di Kabupaten Cianjur terjangkit Demam Berdarah Dengue (DBD) pada Mei 2024 ini. Dan 10 orang di antaranya meninggal dunia akibat gigitan nyamuk aedes aegypti itu.
Kabid Penanganan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur, Frida Layla Yahya, mengatakan, dalam rentang Januari hingga Mei 2024 mencatat ratusan kasus DBD dan 10 orang meninggal dunia merupakan anak-anak. Hal itu, lantaran sistem kekebalan tubuhnya sangat rentan tertular.
“Betul semua anak-anak karena sistem kekebalan tubuh anak-anak di bawah 15 tahun belum sepenuhnya berkembang, dan membuat anak-anak lebih rentan terhadap infeksi virus dengue yang menyebabkan demam berdarah,” kata Frida, Selasa (04/06/2024).
Frida menambahkan, kasus DBD terbanyak ada di Maret mencapai 263 kasus, April 254 kasus, Februari 200 kasus, Mei 190 kasus, dan Januari 160 kasus.
Akan tetapi, meski kasus DBD telah mencapai ratusan dan puluhan meninggal di Cianjur, Dinkes belum menetapkan status darurat.
“Hingga kini kami belum mementukam status apapun untuk kasus DBD di Cianjur,” paparnya.
Ia pun mengimbau, masyarakat berperan aktif melakukan pencegahan nyamuk DBD.
“Pencegahan DBD yang paling efektif dan efisien hingga saat ini yaitu dengan cara Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) menggunakan metode 3M plus (menguras, menutup, mendaur ulang narang bekas),” pungkasnya. (bay)































































