CIANJUR – Jembatan Cibogo yang berdiri di atas aliran Sungai Ciwalen di Desa Ciwalen Kecamatan Sukaresmi Kabupaten Cianjur roboh, Minggu malam, 2 Maret 2025. Peristiwa dipicu curah hujan tinggi yang mengakibatkan arus deras aliran sungai menggerus pondasi jembatan.
Akibat kejadian itu, aktivitas masyarakat menjadi tersendat. Sebab, jembatan itu merupakan penghubung antara Kampung Ciwalen Pasar dengan Cibogo, Cisentul, serta Cinangka.
Wilayahnya berada di Desa Kubang, Desa Rawabelut, dan Desa Ciwalen.
Camat Sukaresmi, Latip Ridwan, menjelaskan robohnya Jembatan Cibogo akibat diterjang banjir bandang. Arus deras di aliran sungai mengakibatkan konstruksi bangunan jembatan tergerus.
“Semalaman kan hujan deras. Debit air di Sungai Cibogo tinggi. Jembatan itu tergerus banjir bandang sehingga putus,” kata Latip, Senin, 3 Maret 2025.
Latip memastikan, banjir tersebut tidak membuat masyarakat di empat kampung terisolasi. Namun warga terpaksa harus memutar lebih jauh untuk mengakses perekonomian dan pendidikan.
“Dipastikan tidak terisolasi. Namun warga Desa Ciwalen harus memutar ke jalan Desa Kubang yang berjarak 10 kilometer,” ujarnya.
Iis Naila, warga setempat, mengaku terpaksa harus memutar arah saat membawa dagangan untuk dijajakkan ke kampung lain. “Biasanya saya tiap hari lewat sini buat jualan. Sekarang harus memutar lewat jalan lain yang lebih jauh,” terang dia.
Iis berharap pemerintah segera memperbaiki jembatan agar aktivitasnya berjualan bisa kembali normal.
“Inginnya segera diperbaiki. Akses jembatan ini sangat penting karena sering saya lewati untuk berdagang,” pungkasnya. (bay)








































































