CIANJUR – Bupati Cianjur Herman Suherman tidak percaya sepenuhnya terhadap fenomena Gorila El Nino atau kemarau panjang dan suhu tinggi. Sebelumnya, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memprediksi Gorila El Nino terjadi di 2024.
Herman Suherman, mengatakan, Gorila El Nino merupakan ramalan dan bisa saja tidak terjadi. “Sudah lama itu, saya sempat dipanggil oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Jawa Barat. Tapi sekali lagi itu hanya ramalan. Kalau ramalan bisa terjadi bisa tidak,” kata Herman, Senin (01/7/2024).
Menurut dia, bilamana terjadi Gorila El Nino, Cianjur bisa mengantisipasi dengan memperkuat ketahanan pangan.
Lebih jelasnya, Herman menyebutkan, hasil bumi dari Cianjur lebih baik tidak dijual ke luar daerah.
“Kalaupun terjadi kita bersiap-siap ketahanan pangan, karena sekarang banyak negara-negara yang tidak melakukan ekspor impor. Cianjur potensi kalau terjadi Gorila El Nino, hasilnya tahun kemarin kita surplus, tetapi banyaknya dijual ke luar,” pungkasnya. (bay)































































