CIANJUR – Motif di balik aksi nekat tiga orang pelajar yang membacok pelajar dari sekolah lain di wilayah hukum Polsek Cibeber terungkap. Hasil pemeriksaan tim penyidik Polsek Cibeber, ketiga orang anak berhadapan dengan hukum (ABH) itu menyimpan dendam kepada korban karena diduga mencoret pada dinding tembok sekolah mereka.
“Jadi, motif mereka ini karena tidak terima sekolahnya dicoret korban. Mereka menyimpan dendam,” kata Kapolsek Cibeber AKP Tio, Selasa, 20 Agustus 2024.
Diberitakan sebelumnya, ketiga ABH yaitu AS (15), MA (15), dan IB membacok MS (14), pelajar SMP warga Kampung Pasanggrahan Desa Cimanggu Kecamatan Cibeber pada Senin, 19 Agustus 2024.
Saat itu korban dan temannya berboncengan mengendarai sepeda motor. Namun di jalan mereka diadang para terduga pelaku. Tanpa basa-basi, mereka menyabetkan celurit ke arah korban hingga terkapar.
“Korban berboncengan dengan temannya mengendarai sepeda motor. Di jalan korban diadang sejumlah pelajar. Mereka lantas melakukan penganiayaan,” ujarnya.
Dari kejadian itu, polisi mengamankan barang bukti berupa sebilah celurit. Tio menegaskan, proses hukum bagi ketiga terduga pelaku yang masih di bawah umur akan disesuaikan dengan aturan perundang-undangan berlaku.
“Kita akan proses sesuai hukum yang berlaku. Mereka masih berstatus pelajar sehingga akan disesuaikan dengan undang undang peradilan anak yang ada,” pungkasnya. (bay)































































